Bahasa

Fokus Pembelajaran Bahasa

Fokus pembelajaran muatan bahasa merupakan pemetaan kekhasan muatan terkait dengan keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kekhasan tersebut dijabarkan menjadi topik bahasan sehingga diperoleh pengalaman belajar yang dilakukan peserta didik. Muatan bahasa terdiri atas submuatan bahasa Indonesia yang wajib diajarkan sejak tingkat 1-4, submuatan bahasa Inggris merupakan pilihan pada tingkat 1 dan 2, sedangkan pada tingkat 3 dan 4 wajib diajarkan. Bahasa Asing lainnya merupakan pilihan pada tingkat 1, 2, dan 3, sedangkan pada tingkat 4 wajib diajarkan.

Fokus pembelajaran bertujuan memudahkan guru bahasa membaca ruang lingkup materi dan keterkaitannya dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Fokus pembelajaran juga memudahkan guru menentukan prioritas materi dan tahapan pembelajaran. Meskipun demikian, guru tetap dapat melakukan kreasi dan inovasi terkait metode dan media pembelajaran sesuai situasi kondisi wilayah.

Penerapan fokus pembelajaran bahasa pada tingkat 1 dan 2 diorientasikan pada kebiasaan dan kegemaran membaca, menulis, menyimak, dan berbicara, dalam bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Untuk membentuk kebiasaan dan kegemaran tersebut, peserta didik dibiasakan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis/HOTS dalam proses pembelajaran. Peserta didik berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis dalam kehidupan sehari-hari demi menunjang pengembangan literasi sederhana. Muatan bahasa Inggris dan bahasa Asing lainnya di SD/MI setara dengan peringkat pre-A1 CEFR.

Pada tingkat 3 fokus pembelajaran diorentasikan pada pembiasaan untuk pengembangan literasi fungsional melalui keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Untuk membentuk kebiasaan tersebut peserta didik berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis/HOTS, berkreasi, dan berinovasi dalam proses pembelajaran. Peserta didik memperoleh pengalaman dan wawasan yang luas secara nasional. Dengan demikian, pengembangan literasi fungsional menjadi bagian penting untuk membangun budaya literasi. Muatan bahasa Inggris di SMP/MTs setara dengan peringkat A2 CEFR, sedangkan muatan bahasa Asing lainnya setara dengan peringkat A1 CEFR.

Pada tingkat 4 fokus pembelajaran diorientasikan pada pembiasaan untuk pengembangan literasi informasional melalui keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Peserta didik berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis/HOTS, berkreasi, dan berinovasi dalam proses pembelajaran. Peserta didik memperoleh pengalaman dan wawasan yang luas secara nasional dan internasional. Dengan demikian, pengembangan literasi informasional menjadi bagian penting untuk membangun budaya literasi. Muatan bahasa Inggris untuk SMA/MA setara dengan peringkat B1 CEFR, sedangkan bahasa Asing lainnya setara dengan peringkat A2 CEFR.