Matematika Kelas 4

Dalam proses belajar para pelajar kelas 4, gabungkan pengetahuan dan keterampilan matematika di bawah ini menjelaskan muatan yang harus dikembangkan, dimana muatan- muatan tersebut ditujukan untuk mengasah kemampuan bernalar, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, sekaligus menyajikan dengan berbagai sarana dan permasalahan dalam kehidupan yang terkait dengan matematika.

Pumpunan Matematika Kelas 4

Dalam proses belajar para pelajar kelas 4, gabungkan pengetahuan dan keterampilan matematika di bawah ini menjelaskan muatan yang harus dikembangkan, dimana muatan- muatan tersebut ditujukan untuk mengasah kemampuan bernalar, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, sekaligus menyajikan dengan berbagai sarana dan permasalahan dalam kehidupan yang terkait dengan matematika.

Bilangan dan Operasinya

Membangun pemahaman operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian (cacah dan pecahan) serta strategi penghitungannya pada berbagai bentuk bilangan

Pelajar membaca dan menuliskan bilangan-bilangan pecahan dalam bentuk pecahan biasa, desimal, pecahan campuran dan persen. Pelajar membandingkan beberapa bilangan yang berbeda bentuknya untuk diurutkan dari yang yang terbesar atau terkecil. Pelajar juga menentukan lokasi bilangan berbagai bentuk tersebut pada garis bilangan.

Pelajar mengembangkan cara menentukan faktor dan kelipatan dari suatu bilangan menggunakan pengetahuan sebelumnya tentang perkalian dan pembagian. Pelajar mengembangkan strategi dalam perkalian dengan memanfaatkan sifat dasar distributif untuk mempermudah perhitungan hasil kali, misalnya 7x13 = (7x10) + (7x3). Mereka membangun pemahaman bahwa setiap strategi berhitung yang digunakan untuk mempermudah pada suatu persoalan tidak selalu mempermudah di persoalan yang lain. Seperti misalnya, strategi di atas tak cocok untuk menghitung 7 x 19, tetapi lebih memudahkan jika 7 x 19 = 7 x 20 – 7 x 1 = 140 – 7 = 133.

Melalui kegiatan yang menggunakan benda konkrit, pelajar memaknai dan menuliskan pecahan yang senilai dan tak senilai, misalnya 1⁄2 senilai dengan 2/4, ditulis sebagai 1⁄2 = 2/4. Pelajar menggunakan tanda > dan < untuk membandingan dua pecahan yang tak senilai, berdasarkan letak bilangan pada garis bilangan ataupun strategi lain seperti mengubah bilangan yang satu dalam bentuk yang sama dengan lainnya, misalnya untuk membandingkan 0,2 dan 3/5 maka pelajar mengubah 0,2 menjadi 1/5 kemudian membandingkannya dengan 3/5, atau mengubah 3/5 dalam bentuk desimal yaitu 0,6 kemudian membandingkannya dengan 0,2.

Geometri dan Pengukuran

Mengembangkan pemahaman sudut dan luas bangun datar Pelajar memahami hubungan antar garis pada bangun datar dan bangun ruang seperti sejajar dan berpotongan. Pelajar juga mengenali serta menjelaskan berbagai sudut dari beberapa bangun datar, misalnya sudut tumpul, sudut lancip, sudut siku-siku, serta mengenali dan menggambar sudut yang sudah dipelajari, tanpa menggunakan jangka dan busur derajat.

Pelajar juga mengungkapkan sifat-sifat pada bidang datar, seperti banyaknya sisi, banyaknya sudut, sisi-sisi yang sejajar, sisi-sisi yang saling tegak lurus. Pelajar juga dapat mengenali dan menggambar garis simetri pada bidang datar segibanyak beraturan dan segibanyak tak beraturan.

Keterkaitan dengan Proses Bermatematika

Penyelesaian Masalah

Di kelas 4, pelajar bukan saja hanya sekadar menyelesaikan operasi hitung terutama perkalian dan pembagian, tetapi juga menyelesaikan operasi hitung dengan lancar. Pelajar dapat memanfaatkan cara menghitung yang efisien, termasuk dengan cara standar seperti menghitung perkalian dengan cara menyusun ke bawah atau juga memanfaatkan sifat distribusi dalam perkalian. Kecuali itu, pelajar juga mulai menyusun data dari yang paling kecil ke yang paling besar dan sebaliknya.

Bernalar

Melalui pengalaman berhitung serta menerampilkan fakta dasar (perkalian dan pembagian), pelajar cakap bernalar induktif, yakni mengenali dan menduga sifat perkalian dan pembagian dengan mengamati pola, misalnya perkalian terkait dengan angka 5 maka nilai satuan dari hasill perkaliannya adalah 5 atau 0. Pelajar juga menguji atau memverifikasi kebenaran suatu sifat dengan contoh-contoh, seperti misalnya memverifikasi sifat distributif.