Kalender Hijriyah dibuat berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Diawalinya bulan baru kalender hijriyah artinya adalah saat pertama kali bulan terbenam lebih lambat daripada matahari di horizon. Ada dua metode yang selama ini digunakan dalam menentukan awal bulan ini, metode perhitungan dan metode melihat bulan secara langsung. Sebenarnya metode dengan melihat bulan secara langsung harus diawali dengan perhitungan-perhitungan astronomi agar tidak terjadi kesalahan di sudut manakah bulan dan matahari akan terbenam. Berbeda dengan metode yang murni mengandalkan perhitungan astronomi saja, pada metode ini beranggapan bahwa jika bulan memiliki ketinggian minimal 2 derajat tepat setelah matahari terbenam maka sudah dianggap bulan baru dan keesokan harinya adalah tanggal 1 bulan hijriyah.
Penetapan 1 Syawal 1433H
Dengan menggunakan software Stellarium dan menggunakan lokasi penglihatan di Jakarta bisa kita lihat bahwa pada tanggal 17 Agustus 2012, bulan akan terbenam lebih cepat dari matahari kurang lebih sebesar 4 derajat,
Kemudian jika kita simulasikan pada tanggal 18 Agustus maka bulan akan terbenam lebih lambat sebesar kurang lebih 7 derajat dan kemungkinan untuk dilihat dengan mata telanjang adalah sangat besar,
Tanggal 18 Agustus 2012 Matahari Tenggelam Lebih Dahulu Daripada Bulan Sebesar Kurang Lebih 7 Derajat
Dengan demikian Insyaallaah tanggal 19 Agustus 2012 adalah 1 Syawal 1433 dan Insyaallaah kali ini tidak berselisih tanggal karena sangat besar kemungkinan untuk terlihat hilal (bulan sabit pertama) untuk ketinggian 7 Derajat. Amiin.














