Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

FOKUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM - BSNP 2020

Pendidikan Agama adalah salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan nasional, sebagaimana diamanahkan oleh UU No. 20 tahun 2003. Keberadaan Pendidikan Agama dirasakan semakin penting untuk diberikan kepada para peserta didik di saat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama hadirnya media baru (new media), dapat menyebabkan manusia tidak memiliki karakter positif yang kuat dalam berpikir, berperilaku, dan bertindak. Pendidikan Agama dipandang mampu memberikan landasan yang kuat bagi peserta didik untuk membentuk dan mengembangkan karakterkarakter positif yang mereka miliki.

Penyusunan fokus-fokus pembelajaran Pendidikan Agama dilakukan berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar isi yang telah dikembangkan untuk setiap level pendidikan: SD, SMP, dan SMA. Standar kompetensi lulusan Pendidikan Agama memuat karakter-karakter positif peserta didik sebagai individu beriman yang menghayati ajaran-ajaran agamanya serta menjunjung nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan kehidupan. Standar isi Pendidikan Agama mencakup lima aspek, yaitu: Kitab Suci, keimanan, ibadah, akhlak mulia, dan sejarah serta tradisi iman. Aspek-aspek ini diramu di dalam fokus-fokus pembelajaran, yang akan menjadi rujukan para guru untuk mengembangkan kurikulum dan menyusun rencana proses pembelajaran untuk setiap kelas. Pada tiap-tiap fokus pembelajaran ditekankan aspek-aspek tertentu, namun tidak berarti aspek-aspek yang lain dilupakan. Demikian pula, pemilihan fokus-fokus pembelajaran pada setiap level tidak dimaksudkan untuk mengabaikan keutuhan kebenaran ajaran agama. Pemilihan fokus-fokus pembelajaran untuk memberikan waktu yang cukup bagi peserta didik untuk mendalami konsep-konsep kunci ajaran agama dan menerapkannya.

Di dalam mengembangkan kurikulum dan rencana proses pembelajaran Pendidikan Agama secara rinci berdasarkan fokus-fokus pembelajaran ini, guru perlu memperhatikan relevansi antara materi pembelajaran dan kebutuhan peserta didik serta materi pembelajaran bidang-bidang studi yang lain. Guru perlu juga memperhatikan karakteristik dan potensi sekolah serta lingkungan sekitarnya agar kurikulum dan proses pembelajaran bersifat kontekstual. Guru perlu pula mengupayakan pengembangan 4 (empat) kompetensi yang harus dimiliki peserta didik sebagai warga masyarakat global saat ini, yaitu kemampuan-kemampuan berkreativitas, berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Untuk itu, guru perlu memiliki paradigma baru “pembelajaran yang berpusat pada peserta didik”, dan meninggalkan paradigma “pengajaran yang berpusat pada guru”. Dengan paradigma baru, guru berperan sebagai fasilitator di dalam proses pembelajaran. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar yang utama, melainkan memberikan kebebasan dan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dari sumber-sumber lain, selain dirinya. Guru menumbuhkan kemandirian peserta didik untuk belajar dan mengembangkan berbagai karakter positif serta kemampuan dirinya.

Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) disusun dengan memperhatikan tujuan pendidikan nasional dan standar kompetensi lulusan yang telah ditetapkan. Di samping itu, fokus pembelajaran ini juga memperhatikan dinamika kehidupan sosial keagamaan di Indonesia dan dunia, sehingga PAI dapat dipelajari secara kontekstual oleh siswa. Pada fokus pembelajaran ini, PAI mencakup aspek kitab suci (Alquran-Hadis), keimanan (akidah), hukum Islam (fikih), akhlak dan sejarah Islam sebagai faktor utama pembentuk ajaran Islam. Namun demikian, menyadari pentingnya agama dalam kehidupan sosial, maka fokus pembelajaran juga memperhatikan fungsi agama dalam kehidupan sosial dan tradisi keagamaan yang mencerminkan dinamika kehidupan beragama. Dalam konteks inilah, semangat Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan memainkan peranan penting.

Pemilihan topik-topik dalam fokus pembelajaran ini mencerminkan isu-isu penting yang perlu dipahami dan diamalkan oleh peserta didik dalam kehidupan keberagamaan seharihari. Dengan demikian, fokus pembelajaran ini diharapkan bukan hanya menyederhanakan standar isi yang telah disusun sehingga lebih mudah dipahami, tetapi juga memandu guru untuk dapat fokus dalam membantu siswa mempejalari, memahami dan mengamlkan ajaran Islam. Sehingga siswa diharapkan menjadi umat beragama yang taat secara individual dan bermanfaat secara sosial serta memiliki peran serta aktif sebagai warga negara yang baik. (FPPAI BSNP)