Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dasar Dasar Fotografi Untuk Pemula


Hal paling gampang dilihat dalam hasil foto yang kita ambil adalah tingkat gelap dan terangnya. Ada foto yang terlalu gelap atau terlalu terang. Ada juga yang pas tingkat gelap terangnya. Efeknya, kita jadi kehilangan detail dari hasil foto kita kalau terlalu terang atau terlalu gelap.

Nah dalam dunia fotografi, tingkat gelap terangnya foto disebut dengan Exposure. Foto yang terlalu gelap disebut dengan underexposed dan foto yang terlalu terang disebut dengan overexposed.

Pada intinya, ada tiga hal yang mempengaruhi tingkat gelap terangnya foto, yaitu ISO, Diafragma dan Shutterspeed. Tenang, jangan panik, akan saya jelaskan satu per satu.

1. ISO

ISO gampangnya adalah tingkat sensitifitas dari sensor kamera kita. Semakin tinggi angka ISO maka semakin sensitif sensor kameranya. Sebaliknya semakin kecil angka ISO maka semakin rendah sensitifitas sensornya. Anda bingung? hehee, kita lihat saja gambar berikut.


Pada tingkat pencahayaan yang sama, dengan ISO yang berbeda akan menghasilkan foto seperti di atas. Semakin besar angka ISO maka semakin terang gambar yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin rendah angka ISO maka semakin gelap gambar yang dihasilkan.

ISO juga berpengaruh terhadap noise pada hasil foto. Coba tebak kenapa?. Ya, semakin besar angka ISO maka foto akan semakin banyak noise-nya. Karena sensor akan menangkap sekecil apapun cahaya yang masuk tanpe memperdulikan objek yang menjadi point of interest kita.

2. Bukaan Diafragma

Diafragma layaknya pupil di mata kita. Kalau kita perhatikan mata kita, di tengah-tengah terdapat lubang berwarna hitam yang akan mengecil saat terang dan membesar saat gelap. Demikian juga diafragma kamera.


Semakin besar bukaan diafragma, maka semakin banyak cahaya yang akan tertangkap sensor kamera. Maka secara logika, akan semakin terang hasil foto yang didapat. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil bukaan diafragma maka semakin sedikit cahaya yang ditangkap sensor dan foto semakin gelap.

Besar kecilnya bukaan diafragma ini juga bepengaruh kepada sempit atau lebarnya ruang tajam kamera. Semakin besar bukaan diafragma maka ruang tajam akan semakin sempit. Artinya dengan bukaan lebar, sedikit saja kita putar ring fokus lensa maka fokus akan bergeser dari objek fokus kita.

Banyak fotografer yang memanfaatkan bukaan diafragma ini untuk membuat foto-foto yang artistik. Justru dengan memanfaatkan area di luar ruang tajam yang disebut juga dengan bokeh atau blur.

3. Shutter Speed

Shutter Speed dalam bahasa Indonesia disebut dengan kecepatan bukaan tirai kamera. Shutter Speed ini tentu saja bepengaruh ke sedikit atau banyaknya cahaya yang diterima sensor kamera. Ibaratnya buka tutup kran air, jika kran air dibuka lama maka semakin banyak air yang melalui kran tersebut. Demikian juga. 

Pada umumnya kamera profesional memiliki shutter speed paling lambat adalah 30 detik, yang artinya cahaya dari luar akan menerpa sensor selama 30 detik. Shutter speed bisa diatur menjadi sangat cepat sampai dengan 1/8000 detik.


Efek dari shutter speed terlihat pada gambar di atas. Semakin cepat shutterspeed maka kamera akan dapat menangkap momen gerakan baling-baling menjadi seolah-olah terhenti. Ini karena saking cepatnya kamera menangkap pergerakan baling-baling.

Shutter Speed ini juga berpengaruh pada genre fotografi. Para fotografer yang gemar dengan shutter speed lambat dikenal dengan Long Exposure Photographer. Sebalikntya, shutter speed yang cepat biasa digunakan oleh Sport Photographer.

Exposure Triangle atau Segitiga Eksposur

Ketiga faktor di atas yaitu ISO, Shutter Speed dan Diafragma/Aperture akan saling mempengaruhi satu sama lain. Ketiganya disebut dengan segitiga eksposur atau Exposure Triangle


Untuk membantu pemahaman efek atas ketiga faktor di atas, efek exposure triangle dapat dilihat pada gambar berikut.


Ok, sekian dulu sharing kali ini. Tunggu update selanjutnya, terima kasih, sampai jumpa.